CILEGON – Dikenal sebagai kota industri, Cilegon terus menjadi wilayah tujuan investasi. Investor silih berganti menanamkan modalnya di kota kecil yang hanya seluas 175 kilometer persegi ini.

“Informasi yang kita dapat dari pemerintah pusat bahwa memang akan ada investor yang datang ke Cilegon. Kenapa Cilegon menjadi daya tarik, karena kan Cilegon itu merupakan zona kawasan industri berat. Nah selama itu (investasi) bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah, kenapa tidak,” ujar Sekretaris Daerah Kota Cilegon Sari Suryati, Rabu (21/3/2018).

Data yang dihimpun dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Cilegon disebutkan, kedatangan investor di Kota Cilegon terus menunjukkan tren yang positif. Pada tahun 2017 lalu saja, total investasi gabungan dari 204 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) sudah berada di kisaran angka Rp176,5 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya yakni total investasi Rp167,3 triliun dari 174 PMA dan PMDN. Belum lagi ditambah rencana pembangunan pabrik petrokimia, PT Lotte Chemical Indonesia, yang dikabarkan akan berinvestasi sekira Rp70 triliun dan mungkin akan terus bertambah.

Peluang investasi itu, lanjut Sari, diharapkan mampu berdampak positif terhadap rencana pembangunan pelabuhan Warnasari oleh Pemkot Cilegon. “Makanya pelabuhan Warnasari itu harus dapat terwujud, karena ini adalah cita-cita yang dituangkan dalam RPJMD,” jelasnya.

Pada bagian lain Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon, Sahruji menyambut baik rencana investasi yang akan masuk ke kota yang terletak di ujung pulau Jawa ini. “Kita menyambut baiklah, karena investasi ini akan membawa manfaat pada kepentingan daerah. Setidaknya, investasi itu juga akan berpengaruh pada pengusaha usaha, peluang kerja dan itu tak terhindar. Tinggal kembali pada kesiapan SDM, peluang itu harus kita imbangi dengan kompetensi untuk dapat bersaing, jadi tidak hanya sebatas mengandalkan pribumi an sich,” katanya.

Namun demikian, ia tidak menampik kemampuan pengusaha lokal dalam bersaing di level investasi besar mengingat persyaratan yang ketat. “Kalau pengusaha lokal kita dapat memenuhi klasifikasi yang menjadi persyaratan sebagai kontraktor utama dan dia mampu berkompetisi kan sah-sah saja. Cuma kan kita perlu belajar lagi dan membutuhkan referensi yang cukup. Tapi selama ini kita berusaha untuk berusaha sebaik mungkin, dengan kapasitas dan kemampuan kita,” tandasnya.

sumber : https://www.bantennews.co.id/kota-kecil-cilegon-terus-dilirik-investor/